Sabtu, 23 Januari 2016

Sirkuit, Pebalap dan Pengendara (3-habis)

Bicara tentang ajang balap khususnya motor, tentunya tak akan lengkap tanpa membicarakan ajang balap profesional. Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya masih menyimpan memori tentang apa yang diinginkan oleh insan pebalap Indonesia: http://www.merdeka.com/otomotif/pemerintah-diharapkan-peduli-soal-sirkuit-indonesia.html.  Berita ter-update kemudian malah Indonesia bersiap untuk menyongsong diselenggarakan ajang bergengsi MotoGPnya: http://marketeers.com/article/presiden-ajak-kerja-cepat-jelang-moto-gp-dan-asian-games.html, yang merupakan MotoGP pertama sejak digeber terakhir pada tahun 90-an. Besar kemungkinan cabang olahraga ini akan juga sangat berkembang di negeri ini seperti halnya sepakbola yang telah meraksasa. Tidak lain adalah semangat para penggiatnya yang tak bisa dianggap remeh. Jika telah berkembang besar, bukan tidak mungkin ada sektor lain yang terkerek. Seperti perekonomian masyarakat pecinta otomotif yang bisa membuka jasa perbengkelan atau gerai suku cadang yang terkait dengan ajang balap tersebut, karena pernik otomotif untuk jalan raya dan balapan berbeda.


Ilustrasi: pengetahuan dan teknologi bahan bakar efisien dibanding laju berkembang pesat di bidang balap.
Image: commons.wikimedia.org/Yarl/787B/My Monster Garage

Dan bicara tentang olahraga apapun tentunya tak lepas dari yang namanya perjudian dan sudah barang tentu dilarang di negara kita. Sewa Mobil di Surabaya dan kita semua mungkin ingat dengan sistem undian SDSB. Memang penarikan kupon undian tersebut mampu menarik dana dalam jumlah besar, tapi korbannya adalah rakyat yang suka bermimpi mendapatkan kekayaan dalam sekejap; bukan untuk memberi pembelajaran bagaimana bekerja keras untuk memperoleh kemakmurannya sendiri. Tapi seringnya hal ini dilakukan sembunyi-sembunyi dan hanya kalangan tertentu saja yang tahu kehadirannya. Karena itu Rental Mobil di Surabaya merasa heran atas pernyataan pada berita berikut: http://sports.okezone.com/read/2015/11/19/38/1252381/sentul-berubah-jadi-sirkuit-jalan-raya. Sirkuitnya oke, tapi soal adanya kasino; apakah tidak malah mengundang massa hadir untuk berbuat ricuh. Karena kata 'kasino' ini identik dengan perjudian, yang bagi sebagian besar masyarakat punya dampak tak jauh berbeda dengan alkohol yang dibatasi peredarannya.

Trek di Sirkuit Sentul, Indonesia. Image: commons.wikimedia.org/Ronny Astrada

Berkaitan dengan jalan raya sebagai sirkuit, kemungkinan hanya segelintir dari banyak jalanan di Indonesia yang pantas digunakan untuk ajang adu kecepatan ini. Karena banyaknya jalan yang ditemui tidak mulus, sepanjang Rental Mobil Pregio di Surabaya berkeliling antar kota dan dalam kota. Hal ini tentu sangat membahayakan calon pebalap yang menggunakan sirkuit jalanan. Bahkan jalan yang ditambal berkali-kali pun berbahaya untuk kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Masih terkait soal balapan, kota tempat markas Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya pernah menjadi magnet untuk ajang balap saat adanya sirkuit Kenjeran, yang sempat disesalkan berbagai pihak karena sirkuit tersebut ditutup: https://www.semisena.com/7496/sirkuit-kenjeran-park-surabaya-resmi-ditutup-6-juni.html.
Tapi rasanya berbagai kekecewaan tentang penutupan sirkuit tersebut hanya sementara, karena berdasar referensi Rental Mobil Innova di Surabaya berikut: http://warungasep.net/2015/07/12/wow-calon-sirkuit-pengganti-sirkuit-kenjeran-ini-keren-banget-sob/, Surabaya bakal punya pengganti sirkuit yang lebih permanen dan tanpa adanya polemik soal pemilik tanahnya. Jika hal ini terealisasi, Surabaya akan kembali mempunyai wadah untuk mereka yang suka ngebut dan mereka yang suka menonton atraksi tersebut.

Tentunya gairah untuk berpacu di sirkuit ini juga harus berlanjut terus karena fasilitasnya telah dibangun. Jangan sampai seperti lapangan olahraga yang kini mangkrak seperti lapangan hoki depan RSUD Dr Soetomo Surabaya; atau yang lebih parah, para pebalap tersebut malah turun ke jalan lagi dan tidak memanfaatkan fasilitas yang ada karena manajemen yang buruk. Hal ini juga sempat diderita oleh pengelola sirkuit Sentul saat sepi balapan, dimana kemudian menjadi tak layak pakai lagi untuk arena balap. Mirip rumah yang lama tak ditempati atau komputer yang lama tak digunakan. Kebetulan Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya tergolong laris sehingga keadaan jajaran armadanya bisa lebih sering terpantau. Bukankah begitu?

Semoga ke depan, semuanya akan semakin membaik dan pengguna jalan umumnya serta Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya akan semakin jarang melihat orang-orang di sekitar kota ini main kebut-kebutan di jalan raya. Melakukan semuanya secara pas di tempat dan waktunya, dan semakin mengurangi keresahan banyak orang.

Kamis, 21 Januari 2016

Sirkuit, Pebalap dan Pengendara (2)

Ada banyak agenda balap profesional di sekitar kita yang mungkin terlepas dari banyak orang yang lebih suka menonton sepakbola, tapi bagaimana tentang balap liar? Tampaknya agenda ini tersebar 'untuk kalangan sendiri'.

Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya menemukan fakta bahwa seperti seorang atlet profesional lainnya, seorang pebalap juga harus menjaga fisik dan staminanya supaya bisa tampil maksimal karena pendapatan mereka tentunya sangat-sangat mencukupi untuk menghadirkan performa yang bagus bagi pemirsanya. Bagaimana dengan balapan liar? Tampaknya mereka mempunyai 'pangsa pasarnya' sendiri terkait dengan berbagai resiko yang harus dihadapi saat menontonnya.

Seorang pebalap melaju dengan motornya. image: commons.wikimedia.org/Paul Friel

Padahal telah banyak yang dilakukan untuk mengurangi atraksi jalanan yang berbahaya ini. Di banyak jalan di berbagai tempat malah diberi polisi tidur atau pita penggaduh, seperti yang dijumpai oleh Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya pada frontage road Ahmad Yani. Tapi banyak yang masih menggunakan jalanan lurus sebagai trek untuk ngebut. Khususnya di malam hari kala jalanan telah sepi.

Mengapa kegilaan para pebalap di jalan raya ini tak terbendung rasanya bukan disebabkan oleh faktor hobi saja. Rental Sewa Mobil Surabaya menemukan satu referensi menarik terkait hal ini: http://otomotif.kompas.com/read/2016/01/13/092100415/Setengah.Jam.Pebalap.Liar.Bisa.Raup.Rp.50.Juta.
Jika balap motor liar ada kaitannya dengan judi, maka semua bisa dipahami. Karena mereka melakukan itu untuk nafkah dan hobinya. Meski bisa dipahami, tapi hal ini tentunya bukan untuk dimaklumi dan harus diberantas supaya tidak meresahkan masyarakat sekitarnya. Terutama soal polusi suara yang ditimbulkan dan jika ada masalah lain yang merupakan imbas serta akibat dari balap liar tersebut.

Soal sanksi, pihak berwenang juga siap mengganjar pelaku dengan hukum bui karena ada aturannya, dan ada yang menerima ganjaran selama setahun penjara dari kabar yang didapatkan saat Rental Sewa Mobil Pregio di Surabaya saat berselancar online. Tapi, kabar terakhir yang terjadi malah berbeda dan bertolak-belakang; yakni pihak yang berwenang menindak ini akan memberi arena untuk mengembangkan 'bakat' balapnya: http://www.otomania.com/read/2016/01/12/132000330/Polisi.Bakal.Resmikan.Balapan.Liar.

Mungkin memang agak kerepotan untuk menertibkan balap liar yang militan. jadi, pihak berwenang akhirnya mengambil langkah supaya mengarahkan para pebalap liar ini ke tempat semestinya yang mungkin akan mengembangkan minat dan hobi mereka. Agaknya mirip dengan 'seniman jalanan' yang lebih berguna untuk mempercantik kota dengan gambar grafitinya ketimbang suka vandalisme tak jelas di tembok-tembok kota.
Bagaimanapun, hal mengarahkan ini dirasa oleh Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya adalah sesuatu yang baru meski dalam penerapan di lain sektor telah lama diterapkan. Sektor lain ini misalnya pemberdayaan para napi dalam tembok penjara. Selama ini para napi yang menjalani masa tahanan memang mendapat keterampilan demi ke depannya saat berbaur menjalani kehidupan normal dengan masyarakat.

Masih pada website yang sama, sebuah rencana diambil untuk memfasilitasi 'balap liar' yakni dengan membuat sirkuit jalanan: http://www.otomania.com/read/2016/01/12/163000330/Atur.Balap.Liar.Tiap.Kota.Bakal.Ada.Sirkuit. Entah, apakah ide ini memang untuk membangkitkan semangat balapan yang sebelumnya sempat disesalkan oleh seorang petinggi Repsol Honda: “Kami ke Indonesia bersama dua pembalap kami (Marquez dan Pedrosa), dan gairah yang mereka punya untuk MotoGP sangat sulit dipercaya. Mereka memperlakukan pembalap seperti bintang rock. Sangat disayangkan di sana tidak ada balapan,” kata Livio Suppo, Manajer Repsol Honda, dilansir Crash, Kamis (20/11/2014). Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya mengutipnya dari laman berita ini: http://sports.okezone.com/read/2014/11/20/38/1068082/di-indonesia-pembalap-motogp-diperlakukan-bak-rockstar.
Tentunya yang dimaksud adalah balapan pro sekelas MotoGP karena jika levelnya bawah hingga sedang, tentunya tak pernah absen event di berbagai daerah di Indonesia. lagipula jika ada penduduk sebesar Indonesia, mestinya harus ada bibit untuk ke arah sana.

Kejuaraan motocross di Malang. image: youtube.com/bimbim benkbenk
Semoga, sekarang inilah saat yang pas menggembleng mereka yang ber-passion di balapan ini tapi terkendala miskinnya fasilitas yang disediakan untuk mereka supaya mengurangi keliaran mereka di jalanan.

Sabtu, 16 Januari 2016

Sirkuit, Pebalap dan Pengendara (1)

Seorang pebalap senior luar negeri pernah berujar bahwa pebalap serius tidak menggunakan jalan raya (umumnya) sebagai arena balapan. Sebuah kalimat yang pas dan logis tanpa sesat pikir.
Mengapa demikian, karena soal balapan ini identik dengan performa tinggi. Sedangkan jalan raya umumnya adalah merupakan infrastruktur transportasi, bukan perlintasan yang memang bukan dibuat untuk adu kecepatan.

Salah satu balapan di Sirkuit Hongaroring, Hungaria. Image: commons.wikimedia.org/Mejdrzer

Di sirkuit yang memang dikhususkan untuk adu balap, pengamanan untuk semua orang lebih diperhatikan. Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya melihat, dari sisi penonton saja ada pengaman berupa pagar hampir sepanjang track yang dikelilingi penonton, lautan pasir, tumpukan ban bekas, kemiringan jalan pada tikungan dan lain sebagainya. Sedangkan di jalan raya dimana Rental Sewa Mobil Pregio di Surabaya biasa mengaspal dalam kesehariannya tak mempunyai kelengkapan macam itu. Kebanyakan di pinggirnya malah berupa bangunan mall, toko, rumah atau perkantoran atau pepohonan; dan sebagian besar di sisinya digunakan untuk trotoar para pejalan kaki. Karena itu kita bisa melihat banyaknya manusia yang berlalu-lalang (bahkan juga hewan) di jalan raya sebagai bagian dari pengguna jalan.

Dari sisi pebalap sendiri, keamanan ini juga ditunjukkan oleh keharusan menggunakan helm berstandar tinggi dengan tingkat penglihatan yang cerah, jaket yang tebal dengan pelindung yang baik di sekujur tubuh terlebih pada siku, betis dan lutut, sepatu yang baik, sarung tangan dan lainnya. Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya mendapatkan referensi bagus tentang pelindung bagi pengguna motor. Bahkan jika dia adalah pebalap profesional, standarnya pasti lebih tinggi dari video berikut:



Sedangkan pebalap liar terkadang malah mengabaikan keselamatan jika melihat minimnya perlengkapan yang dikenakannya.

Seorang pebalap pro adalah seorang atlet yang memang 'bekerja' dan mengejar prestasi demi kemenangan timnya. Adanya sponsor besar yang mendukung event profesional tersebut mungkin bisa menjadi penopang keberlangsungan balapan serius ini, sama seperti seorang atlet sepakbola atau bulutangkis misalnya. Tapi dalam arena balap ini bukan hanya soal manusia saja, di dalamnya ada perangkat keras lain yakni sebuah kendaraan yang telah berbalut teknologi terbaru. Adanya faktor mesin dan lainnya ini yang membuat sebuah member tim perlu bekerja sama dengan baik untuk menghasilkan kemenangan, karena faktor keamanan dan keselamatan tadi.

Kembali ke faktor jalan raya. Selama ini Rental Mobil Innova di Surabaya juga kerap menemui balap liar yang diadakan di jalanan Surabaya, terutama kelas sepeda motor. Tentu saja demikian karena banyak yang mengatakan bahwa sepeda motor mempunyai fleksibilitas dan cukup terjangkau bagi kebanyakan orang. Penjual komponen suku cadangnya pun bertebaran di semua penjuru kota dengan variasi harga yang lebar. Tetapi di antara semuanya, ternyata masih ditemui balapan yang memang berizin dan ditujukan sebagai penyaluran mereka yang hobi menggeber kendaraan di jalan raya.

Sewa Mobil Surabaya menemukan satu referensi bagus tentang adanya sirkuit dadakan yang sengaja dibuat demi sebuah event balap motor: http://balapmotor.net/modif/perbandingan-sirkuit-dadakan-balap-motor-indonesia-vs-malaysia-bag-1 dan kelanjutannya: http://balapmotor.net/modif/perbandingan-sirkuit-dadakan-balap-motor-indonesia-vs-malaysia-bag-2.
Sekedar membandingkan tentu membuat sebagian orang bertanya-tanya tentang realitasnya di lapangan. Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya mengambil referensi lain tentang adanya balapan yang diadakan di jalan: http://otomotif.indosport.com/20151223/5-lokasi-sirkuit-dadakan-di-jawa-barat; sebagian di antara sirkuit ini adalah dekat pusat kota dan pemerintahan ketimbang di pinggir kota. Tapi jika kita berpikir kegiatan ini akan mengganggu kinerja para pejabat, mungkin tidak juga. Karena jam kerja pegawai pemerintahan itu tidak sama dengan para pekerja kantoran umumnya. Lagipula, waktunya pun bisa diatur sehingga pengemudi rental mobil macam Sewa Mobil Avanza di Surabaya yang merupakan pengguna jalan; jika hal ini juga diselenggarakan di kota-kota di Jawa Timur atau (khususnya) Surabaya.